-->

Setelah Belanda menyatakan pembatalan terhadap hasil Persetujuan Renville pada 18 Desember 1948. Esoknya Belanda melancarkan agresi militernya yang kedua. Tepat 67 tahun, pada 19 Desember 1948 pukul 05.30 pesawat pesawat pengebom Belanda menyerang lapangan terbang Maguwo (Lanud Adisucipto). Bersamaan dengan itu, pasukan pasukan payung (paratroop) dan baret hijau Belanda diterjunkan.

Ketika itu lapangan udara Maguwo hanya dijaga oleh satu kompi prajurit udara di bawah pimpinan Kadet Kasmiran. Perlawanan dari TNI hanya berlangsung kurang lebih satu jam ini menyebabkan gugurnya Kadet Kasmiran dan 40 anggota kesatuannya.

Agresi kemudian diarahkan ke arah kota Yogyakarta. Sekitar 14.45, pasukan Belanda berhasil memasuki kota dari arah timur. Akhirnya sekitar pukul 16.00, seluruh kota Yogayakarta berhasil dikuasai Belanda.

Foto diatas diambil dari situs www.kitlv.nl . Dan hingga sekarang dalam beberapa situs Belanda terkait dengan sikap militer Belanda masih menggunakan istilah "politionele actie" yang tidak lebih dimaknai sebagai aksi polisionil. Aksi polisionel dilakukan dengan pengerahan kekuatan militer tentu saja tidak dibenarkan. Apalagi Indonesia ketika itu telah Merdeka dan berdaulat.

dikutip ig | @matapadi

Share this:

Related Posts
Next Post
Oldest Page

Show Disqus Comment Hide Disqus Comment

Disqus Comments