Berawal dari dibentuknya dua detasemen yang terbukti mampu meredam serangan serangan gerilya para pejuang Aceh. Seorang pribumi berdarah Minang yang pro Belanda menasehatkan kepada Gubernur Sipil dan Militer Aceh Mayor Jendral K.H.F van Teijn (1886-1891) untuk membentuk sejumlah pasukan yang terdiri dari unit-unit kecil yang mampu bergerak dinamis dan taktis. Memiliki keahlian, keberanian untuk melakukan kontra gerilya hingga pada pengejaran dan pemburuan.
Seorang yang pro Belanda itu adalah Mohamad Syarif (kanan). Seorang mantan jaksa yang kemudian diangkat menjadi komisi di kantor gubernur Aceh. Keduanya disebut-sebut sebagai pendiri dan pencetus pembentukan Korps Marsose". Hingga pada 2 April 1890 resmi berdirinya korps ini dengan surat keputusan yang ditandatangani Ratu Belanda yang berjudul "Staatsblad van Nederlandsch Indie". 'Seek and destroy'
@matapadi
Show Disqus Comment Hide Disqus Comment