Pada tanggal 10 Juni 1877, suatu ekspedisi kedua di bawah Mayor P.W.H. Du Pon, yang terdiri dari 14 perwira, 197 Belanda dan 276 Pribumi, dengan dukungan meriam dan 1 detasemen angkatan laut.
Tujuan dan sasaran serangan ini dilakukan untuk membangun benteng di Kuala Meulaboh. Dan pada tanggal 11 Juni 1877, Belanda berhasil mendarat di Meulaboh dengan tujuan menyerang Talu, karena di sana diketahui markas besar Teuku Kejuruan Muda. Juga sebuah masjid yang dijadikan pertahanan akan turut direbut, dengan panglimanya bernama Mat Said.
Malam tanggal 13 Juni1877, pasar Cina di Meulaboh terbakar habis. Menurut sumber Tionghoa -Raja Itam, kepala kampung Talu, adalah orang kedua dari Teuku Kejuruan Muda dalam barisan perjuangan. Dan pada pertempuran tanggal 5 Juli 1877, menyebabkan kerugian dipihak Belanda dengan kaptennya sendiri de Wille menderita luka-luka berat bersama tiga bawahannya. Sementara di pihak pejuang Aceh sendiri mengakibatkan panglima Teuku Abas meninggal.
tiba-tiba, akibat serangan ini pihak Belanda menderita kerugian dengan tewasnya dua orang serdadunya dan tujuh orang serdadu uka-luka berat.
Belanda menguasai kampung itu dan membakari sejumlah 200 pintu musnah (Teuku Abaih Tengah). Tanggal 27 Juli 1877, Belanda mendatangkan tambahan bantuan pasukan dari Banda Aceh tanpa mencapai kemenangan yang gemilang, bahkan "Volkomen was uitgeput" (dengan amat letih).
Sumber : Marsose di Aceh, Aceh Sepanjang Abad.

Show Disqus Comment Hide Disqus Comment